PENGUJIAN CHI KUADRAT

Oleh : Kelompok Irman Rusmawan
Pengujian Chi-Kuadrat (x2)
1)      Pendahuluan
Chi-kuadrat digunakan untuk mengadakan pendekatan dari beberapa vaktor atau mngevaluasi frekuensi yang diselidiki atau frekuensi hasil observasi dengan frekuensi yang diharapkan dari sampel apakah terdapat hubungan atau perbedaan yang signifikan atau tidak.
Dalam statistik, distribusi chi square termasuk dalam statistik nonparametrik. Distribusi nonparametrik adalah distribusi dimana besaran-besaran populasi tidak diketahui. Distribusi ini sangat bermanfaat dalam melakukan analisis statistik jika kita tidak memiliki informasi tentang populasi atau jika asumsi-asumsi yang dipersyaratkan untuk penggunaan statistik parametrik tidak terpenuhi.
Beberapa hal yang perlu diketahui berkenaan dengan distribusi chi square adalah :

Korelasi Sederhana kel 7

                           Korelasi Sederhana 
 Oleh   :Fitria Yusup, Gina Yuliana, indra
            korelasi sederhana merupakan korelasi yang mencoba memahami hubungan antara satu variebel bebas (X) dengan satu variabel terikat (Y). dalam perhitungannya terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan, berikut ini akan dikemukakan beberapa contoh perhitungan, dan jika terdapat sedikit perbedaan hasil untuk masing-masing cara perhitungan,hal itu semata-mata akibat proses pembulatan
1.    Rumus yang menggunakan Standar Skor
Penghitungan nilai koefisien korelasi dengan menggunakan rumus standar skor dapat dilakukan dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :

Pengujian Perbedaan Rata - Rata


PENGUJIAN PERBEDAAN RATA-RATA
oleh :
  1. Wahyu Indra Budi
  2. Revy Saepurahman
  3. Sakinah
Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh atau penggunaan sesuatu untuk meningkatkan prestasi belajar sains siswa kelas II SD. Halini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : (1) Metode mengajar sama tetapi menggunakan alat peraga berbeda. Misalnya menggunakan alat peraga gambar dua dimensi mengajarkan materi gaya gesekan, sedangkan kelompok lain diajaran dengan mengunakan alat peraga film yang diputar oleh guru. (2) Guru mengajar dikelas II-B menggunakan Video yang berisikan pengetahuan sains ditonton bersama-sama oleh siswa.
Guru ingin menguji dengan memperbandingkan dua media dalam pelajaran sains bahasan gaya gesekan manakala hasil yang lebih baik. Sedangkan yang satu guru ingin memperlihatkan pengarih media belajar berupa Video yang berupa pengetahuan sain telah mencapai standar atau criteria tertentu atau belum. Untuk menjawab permasalahan penelitian dipergunakan hasil tes pemahaman dengan memperbandingkan hasil dua kelompok yang masing-masing dikenai media mengajar yang berbeda atau membandingkan hasil pre-test dengan pasca-test pada satu media. Berikut ini akan dibahas pengujian dua rata-rata populasi yang berhubungan (korelasi) dan yang tidak berhubungan.

Koperasi


Slide akuntansi Koperasi


Ketentuan Umum Perpajakan

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH
UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR
DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2007

MENGENAI KETENTUAN UMUM PERPAJAKAN

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Undang-undang ini, yang dimaksud dengan :
1.
Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
2.
Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan

cara megisi kkm


Berdasarkan surat Dirjendikdasmen No.1321/c4/MN/2004 tentang Pengkajian Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM)),>
atau Kretyeria Ketuntasan Minimal (KKM) Kurikulum 2004 dan sesuai dengan pelaksanaan Standar Isi, yang menyangkut masalah Standar Kopetensi (SK) dan Kopetensi dasar (KDmaka sesuai dengan petunjuk dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, maka dipandang perlu setiap sekolah-sekolah untuk menentukan Standar Ketuntasan Minimal (KKM)-nya masing-masing sesuai dengan keadaan sekolah dimana sekolah itu berada Artinya antara sekolah A dengan sekolah B bisa KKM-nya berbeda satu sama lainnya.
Dalam penetapam KKM ini masih ada beberapa sekolah atau guru bidang study yang belum memahaminya. Akibatnya beberapa diantara guru mengalami kesulitan untuk menetapkam KKM pada Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS) atau dulu kita kenal dengan Rapor.